Matriks batas inventarisasi
Daftar entitas, fasilitas, periode pelaporan, pendekatan konsolidasi, kategori emisi, dan justifikasi cakupan.
Pendampingan penyusunan inventarisasi emisi organisasi, mulai dari batas organisasi, identifikasi sumber emisi, perhitungan CO2e, hingga laporan GRK yang siap digunakan untuk kebutuhan kepatuhan, ESG Report, dan strategi dekarbonisasi.
Pemetaan emisi langsung, emisi energi tidak langsung, dan emisi tidak langsung lain sesuai kebutuhan organisasi.
Data emisi yang kuat membantu perusahaan memahami profil emisi, menetapkan baseline, menentukan target pengurangan, dan menyusun laporan yang dapat dipertanggungjawabkan kepada regulator, investor, pelanggan, dan lembaga verifikasi.
Pemetaan entitas, fasilitas, unit operasional, dan pendekatan konsolidasi agar cakupan inventarisasi tidak bias dan tidak tumpang tindih.
Pengelompokan sumber emisi dari bahan bakar, listrik, refrigerant, transportasi, limbah, proses industri, serta aktivitas lain yang relevan.
Pengolahan data aktivitas, faktor emisi, nilai kalor, densitas, oksidasi, dan parameter teknis agar perhitungan dapat ditelusuri kembali.
Penyusunan laporan inventarisasi GRK beserta bukti pendukung, asumsi, batasan, dan catatan metodologi yang siap diperiksa.
Setiap output disusun agar mudah dipahami manajemen, namun tetap kuat secara teknis untuk kebutuhan audit, pelaporan, dan pengambilan keputusan.
Daftar entitas, fasilitas, periode pelaporan, pendekatan konsolidasi, kategori emisi, dan justifikasi cakupan.
Pemetaan sumber emisi per fasilitas dan proses, termasuk data pemilik, jenis bukti, frekuensi, dan risiko kualitas data.
Perhitungan emisi dengan formula, faktor emisi, satuan, konversi, dokumentasi asumsi, dan rekonsiliasi data aktivitas.
Checklist kelengkapan bukti, logika data, konsistensi periode, uji kewajaran, dan catatan perbaikan data.
Narasi metodologi, hasil emisi, analisis sumber dominan, keterbatasan, rekomendasi, dan rencana peningkatan data.
Identifikasi peluang efisiensi, energi rendah karbon, pengendalian refrigerant, pengelolaan limbah, dan prioritas dekarbonisasi.
ISO 14064-1:2018 digunakan sebagai kerangka organisasi untuk kuantifikasi dan pelaporan emisi serta removal GRK. Standar tersebut membantu perusahaan membangun inventarisasi yang sistematis, konsisten, dan dapat diverifikasi.
Metodologi juga dapat diselaraskan dengan kebutuhan GHG Protocol, SRN-PPI, POJK, ESG Report, dan permintaan investor agar satu basis data dapat melayani banyak kebutuhan pelaporan.
Alur disusun agar tim internal perusahaan dapat memahami kebutuhan data sejak awal dan mengurangi risiko koreksi besar pada tahap akhir.
Diskusi tujuan pelaporan, struktur organisasi, fasilitas, periode, kebutuhan regulasi, dan batas inventarisasi yang disepakati.
Penyusunan daftar kebutuhan data aktivitas, tagihan energi, catatan bahan bakar, log produksi, data limbah, dan bukti pendukung.
Perhitungan emisi, konversi satuan, pemilihan faktor emisi, rekonsiliasi data, serta identifikasi gap data atau outlier.
Pemaparan hasil emisi, sumber dominan, ketidakpastian utama, peluang perbaikan data, dan implikasi strategi pengurangan emisi.
Finalisasi laporan, workbook perhitungan, daftar bukti, metodologi, rekomendasi perbaikan, dan paket dokumen untuk kebutuhan audit.
Pendekatan disesuaikan dengan profil emisi di sektor energi, industri, perkebunan, gedung, transportasi, pertambangan, dan limbah.
Inventarisasi emisi dari bahan bakar, listrik, proses industri, flare, boiler, genset, refrigerant, dan aktivitas pendukung operasional.
Pengukuran emisi dari konsumsi energi, rantai pasok, transportasi, refrigerant, aktivitas kantor, dan pengelolaan limbah.
Perhitungan emisi metana, pengelolaan POME, limbah padat, kompos, transportasi bahan baku, dan energi fasilitas pengolahan.
Bagian berikut membantu perusahaan menyiapkan ekspektasi, cakupan, dan data awal sebelum proses pendampingan berjalan.
Inventarisasi GRK adalah proses kuantifikasi emisi dan removal. GHG Report adalah dokumen pelaporan yang menyajikan metodologi, data, hasil, asumsi, dan kesimpulan dari inventarisasi tersebut.
Data utama mencakup konsumsi bahan bakar, listrik, refrigerant, produksi, transportasi, limbah, bahan baku tertentu, struktur organisasi, data fasilitas, dan bukti pendukung seperti invoice, log sheet, atau laporan operasional.
Ya. Hasil inventarisasi dapat menjadi basis pengungkapan emisi dalam ESG Report atau Sustainability Report, serta menjadi dasar target penurunan emisi dan roadmap dekarbonisasi.
Output disusun dengan struktur bukti, metodologi, dan perhitungan yang lebih mudah diperiksa. Tingkat kesiapan akhir tetap bergantung pada kelengkapan bukti dan kualitas data dari organisasi.
Diskusikan kebutuhan inventarisasi gas rumah kaca perusahaan Anda bersama tim Solusi Karbon Indonesia.
Hubungi Kami via WhatsApp