Evidence Gathering Plan

Rencana pengumpulan bukti memainkan peran penting dalam proses verifikasi. Berikut ini adalah contoh bagaimana rencana tersebut dapat struktur:

Identifikasi Risiko: Pertama-tama, identifikasi area-area potensi risiko melalui penilaian risiko awal. Risiko-risiko ini mungkin terkait dengan industri klien, transaksi keuangan mereka, sistem, proses, atau kepatuhan terhadap peraturan.

Tentukan Tingkat Risiko: Tetapkan tingkat risiko (tinggi, sedang, atau rendah) untuk setiap area yang diidentifikasi berdasarkan faktor-faktor seperti kompleksitas transaksi, tingkat penilaian yang terlibat, rentan terhadap kecurangan, dan kualitas kontrol internal.

Rencanakan Proses Pengumpulan Bukti: Jenis dan luas kegiatan pengumpulan bukti akan bervariasi tergantung pada tingkat risiko yang terlibat. Misalnya, area dengan risiko tinggi mungkin memerlukan pengujian yang lebih mendetail dan observasi langsung, sedangkan untuk area dengan risiko rendah, prosedur analitis atau kajian tanya jawab mungkin sudah cukup.

Tentukan Teknik Verifikasi: Teknik-teknik tersebut bisa termasuk kajian tanya jawab, pemeriksaan, observasi, konfirmasi eksternal, perhitungan ulang, pengulangan kinerja, dan prosedur analitis. Pemilihan teknik akan bergantung pada sifat klaim yang diajukan dan risiko yang dinilai.

Jadwalkan Prosedur: Rencanakan kapan setiap prosedur akan dilaksanakan, dengan mempertimbangkan tenggat waktu, ketersediaan personel, dan potensi gangguan.

Dokumentasikan Rencana: Rencana tersebut harus ditulis dengan rinci dan dijaga kerahasiaannya. Tujuan dari dokumentasi ini adalah memberikan instruksi yang jelas kepada tim verifikasi, memastikan konsistensi dalam proses, dan menjadi catatan dari prosedur-prosedur yang direncanakan.

Rencana ini harus tetap kerahasiaan dan tidak boleh dibagikan kepada klien atau pihak yang bertanggung jawab untuk menghindari potensi manipulasi bukti atau gangguan terhadap proses verifikasi.

Daftar Pustaka (Contoh):

  1. AICPA. (2017). Guide to Audit Data Analytics. American Institute of Certified Public Accountants.
  2. ISA 500, Audit Evidence. International Auditing and Assurance Standards Board (IAASB).
  3. PCAOB. (2010). Auditing Standard No. 15: Audit Evidence. Public Company Accounting Oversight Board.
  4. Arens, A. A., Elder, R. J., Beasley, M. S., & Hogan, C. E. (2019). Auditing and Assurance Services (17th ed.). Pearson.
Artikel Terkait  Penilaian Risiko (Risk Assesment) pada Verifikasi Gas rumah kaca: Panduan Komprehensif Berdasarkan ISO 14064-3
Konsultan Karbon Indonesia

Konsultan Karbon Indonesia

Sebagai konsultan gas rumah kaca, kami membantu mengurangi jejak karbon, merancang strategi berkelanjutan, dan beradaptasi dengan masa depan yang lebih hijau.

About Founter

Hi, jenny Loral
Hi, jenny Loral

Lorem ipsum dolor sit amet, consectetur adipiscing elit, sed do eiusmod tempor dolore magna aliqua.

Join Together For Charity

Excepteur sint occaecat cupidatat non proident, sunt in culpa qui officia deserunt mollit anim id est laborum.